Kata Bijak, Kata Mutiara dan Kisah Motivasi

Kumpulan Kata Bijak dari Facebook Boy Chandra

Kata Mutiara
Dek, kamu boleh saja marah, kecewa, sedih, bahkan benci pada seseorang yang membuat kamu patah hati. Namun, alangkah akan menyenangkan dikenang nanti –saat patah hatimu sudah pulih– semua hal yang terasa itu tercipta jadi karya. Menjadi puisi, buku, lagu, lukisan, atau karya seni lainnya. Jangan membiarkan diri dibuat sedih dengan sia-sia. Kesedihan selalu bisa menjadi sesuatu yang lebih berharga.


kata kata bijak boy candra tentang cinta, kata kata boy candra tentang sahabat, kata kata boy candra sebuah usaha melupakan, caption boy candra, bong chandra quotes, boy candra catatan pendek untuk cinta yang panjang, boy candra instagram, boy candra setelah hujan reda, quote boy chandra, dp bbm boy chandra, kata mutiara boy chandra, kata bijak boy chandra
Quote Boy Chandra

Menjauhi dan menjaga jarak bukan semata karena alasan telah dibuat kecewa. Namun, kau harus tahu, hidup akan tetap berlanjut. Masa lalu, biarlah menjelma mimpi-mimpi yang tak nyata. Terimalah dengan lapang dada. Jangan memaksa untuk terus ada. Aku memang sudah memilih jalan lain. Tak lagi sanggup menerima kecewa-kecewa yang lain. Pahamilah, kita sudah saling jauh dan saling kalah.
Kalau suatu hari nanti aku gagal mencintaimu sesuai yang kau harapkan. Aku gagal menjadi seseorang yang paling kau inginkan. Akankah kau membenciku? Akankah semua yang terjadi hilang makna begitu saja? Kau akan menjadi orang paling asing dan menatapku dengan tatapan paling jahat?

Aku hanya bisa menjalani hidup denganmu. Merencanakan hal-hal baik akan itu. Tapi perjalanan tetaplah perjalanan. Kerikil dan lubang-lubang mampukah tetap membuatmu bertahan? Mampukah kau tetap mencintaiku meski aku gagal mencintai hidupku.

Harusnya aku marah. Tapi kuredam lagi. Karena tak ada gunanya. Tak mengubah apa pun. Marah membuat jarak di antara kita. Merentang jalan panjang dan membakar segala yang tersisa. Itulah kenapa aku lebih memilih diam dan menenangkan diri sesaat. Saat kesal darimu kudapat. Sebab, itu jauh lebih baik. Dari pada melepaskan marah dan membuat yang utuh tercabik.

Jangan menghilang lagi. Sebab hilangmu merusak suasana hati. Jangan pergi tanpa kabar lagi, sebab pergimu selalu saja meninggalkan sepi. Jika kau tidak bisa menguatkan aku dengan ada di sampingku. Jangan lemahkan aku dengan keberadaanmu yang tidak menentu. Jika kita tidak mampu bertemu setiap waktu. Setidaknya berusahalah untuk tidak membuat terlalu lama menunggu. Karena jika kita benar saling jatuh cinta. Kita tidak akan pernah membiarkan hati yang utuh menjadi luka.

Ada titik aku merasa aku hanya butuh diriku sendiri. Memeluk diriku sendiri. Menenangkan kegelisahan yang ada di dalam dada. Meyakinkan bahkan kecemasan-kecemasan akan segera reda. Lalu megajarkan bibirku tersenyum –apa pun yang sedang dijalani. Aku butuh kekuatan dari dalam diriku sendiri; yang menguatkan dalam segala suasana. Tidak akan menjatuhkan dan merendahkan meski aku gagal mendapatkan apa yang aku cita-cita. Mungkin benar, aku memang hanya butuh diriku sendiri. Mendekap semua impian yang dimiliki. Yang masih jauh, yang sudah hampir didekap, yang masih harus diperjuangkan. Maka, kuatlah diriku. Jalan ini masih butuh semua keyakinan itu.

Semoga kamu menjadi yang baik untukku. Teman yang mengurangiku melakukan keburukan-keburukan seperti di masa lalu. Seseorang yang menerima langkah untuk menuju hal baru. Sesuatu yang membawa perubahan pada diriku. Yang tak pergi meski tahu, banyak kesalahan pernah kulakukan di hari-hari yang berlalu. Kamu yang tetap ingin saling tumbuh. Walau paham, aku pernah jatuh. Jika hari ini aku masih terlihat buruk dalam bersikap. Ajaklah pada hal yang baik. Meski pelan-pelan saja. Setidaknya, kita punya tujuan yang lebih indah akhirnya.

Bisakah kamu meyakinkan diriku tanpa menumbuhkan ragu di dirimu? Kamu tahu betul, dulu separuh hatiku terlalu hancur. Cobalah menguatkan aku dengan menekankan kamu meyakini semua ini. Jika kamu ragu —sebab luka itu pernah terlalu dalam— bagaimana aku bisa kuat sendiri. Keraguan seringkali melahirkan keraguan lain.
Aku butuh merasa diyakini. Agar aku juga semakin yakin akan jalan ini. Kamu jangan melemahkan, sebab itu bisa saja mematahkan. Kamu tahu, separuh hatiku pernah patah dan hancur di hari lalu. Lihatlah aku sebagai masa depan yang baik. Jangan bawa terus masa laluku yang buruk dan pernah membuat aku terpuruk. Aku mencintaimu. Jika kamu belum percaya semua itu untukmu. Aku akan belajar lagi cara mencintaimu. Lagi, berkali-kali, lagi.

Jika nanti kau tak lagi denganku. Tetaplah percaya. Bahwa semua yang jatuh tak jatuh begitu saja. Setiap perpisahan, tak terjadi begitu saja. Ada hal-hal yang mungkin saja tidak kita ketahui. Sesuatu yang menyebabkan semua itu terjadi.

Jika kamu merasa cinta, maka pertahankan perasaan itu. Jika bukan, ada baiknya lepaskanlah sejauh-jauhnya. Tidak baik menahan hati seseorang di hatimu, jika saja kamu tidak bisa mencintainya sepenuh hati.

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

BOY CANDRA, dalam Novel: Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi.

Kalau hari ini kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Mungkin sebenarnya bukan itu yang kita butuhkan. Bukankah sudah dari lama dikatakan, Tuhan tidak memberi apa yang diinginkan, tapi memberi apa yang kita butuhkan. Kalau yang kita inginkan belum sesuai dengan yang kita butuhkan, mungkin kita akan ditunda dulu untuk mendapatnya.

Orang-orang yang tidak tahu hidup kita. Tidak paham bagaimana perjuangan kita. Kadang memang ada yang iseng. Mungkin butuh hiburan. Ikut campur apa yang kamu perjuangkan. Lalu menyalah-nyalahkan. Memang begitu sebagian. Tapi tak mengapa. Itu mungkin bagian dari asin manisnya hidup. Agar tak datar saja. Agar ada gejolaknya.

Kalau tidak bersyukur, ya, tidak akan pernah ada yang cukup di dunia ini. Sudah dikasih kesempatan di jalan satu, inginmu masih jalan yang satu lagi. Ya nggak bisa... yang ada kamu malah nggak dapat dua-duanya. 
Cara paling mudah bersyukur adalah dengan sering-sering mengukur diri. Kalau memang kita tidak bisa mendapatkan satu kesempatan yang kita inginkan. Bisa jadi kemampuan kita memang tak seimbang dengan keinginan itu. Atau usaha kita kurang keras. 
Atau malah ada rencana lain yang tidak terlihat, tidak kita pahami, kenapa kita diberikan kesempatan di jalan yang sebenarnya tidak kita inginkan.

Aku tahu kamu hanya kesepian. Lalu mencariku untuk kenyamanan sementara. Setelah kamu merasa suasana hatimu baik kembali. Jiwamu ramai kembali. Kamu pasti akan pergi lagi. Mencari jalan lain. Dan aku tertinggal seperti sediakala.

Rasanya aku ingin marah. Tapi sudahlah. Tak ada gunanya marah. Setidaknya, aku menikmati obrolan denganmu. Walau itu hanya sekadar penenang hatimu. Tapi tidak dengan hatiku setelah itu. 
Kamu hanya perlu memberiku ruang untuk diriku mengejar apa yang aku inginkan. Jangan memaksa aku menjadi seperti yang kamu mau. Jika saja, apa yang kamu mau tidak membuatku nyaman menjalaninya. Aku hanya ingin kamu mendampingi, bukan menghakimi. Aku hanya butuh kamu mengimbangi, bukan menggiringku. Tetaplah jadi bagian baik dalam segala usahaku. Nanti, kamu akan paham kenapa aku keras kepala memperjuangkan impianku. Hidup dan bekerja dengan apa yang disukai adalah kebahagiaan yang tak bisa dibeli. Tak apa lelah dan asing di mata orang lain. Namun jalan yang kupilih sudah kupastikan yang saat ini kuingin.

Bolehkah kita menasihati orang lain? Tentu saja boleh. Dianjurkan malah.

Tapi, jika tidak bisa menasihati dengan baik. Malah jatuhnya merendahkan. Mengata-ngatai dengan tidak lebih baik.

Bukannya menambah kebaikan, malah bikin orang lain jadi tidak nyaman lagi pada kita. Sebaiknya, belajarlah lebih dulu cara menasihati yang lebih tepat.

Kadang, begitu mudah menasihati orang lain. Perihal ini itu. Namun, untuk menasihati diri sendiri kita sering gagal malahan.

Aku berhenti mengejarmu. Bukan karena cintaku telah habis. Namun aku menyadari ada banyak hal diciptakan Tuhan di luar batas kemampuan manusia. Sekadar kau tahu, perasaanku masih saja untukmu. Masih sama seperti saat aku menyatakan cinta, masih ingin kau saja selamanya. Namun aku paham. Adakalanya aku memang harus menyerahkan segalanya pada Tuhan. Saatnya memintamu dengan iman.
–BOYCANDRA, dalam buku “Satu Hari Di 2018.”
kata kata bijak boy candra tentang cinta, kata kata boy candra tentang sahabat, kata kata boy candra sebuah usaha melupakan, caption boy candra, bong chandra quotes, boy candra catatan pendek untuk cinta yang panjang, boy candra instagram, boy candra setelah hujan reda, quote boy chandra, dp bbm boy chandra, kata mutiara boy chandra, kata bijak boy chandra
Kata Bijak Boy Chandra

Aku mengangumimu karena kau mau belajar, bukan karena kau pintar. Aku membetahimu karena kau biasa saja. Bukan memaksakan diri agar terlihat istimewa. Tahu kah engkau? Semakin kau ingin belajar, semakin aku merasa ada banyak hal yang bisa kutemukan dari dirimu. Semakin kau memperlihatkan yang biasa saja dari dirimu, semakin ada banyak hal yang ingin kutahu; apa lagi yang kau sembunyikan dariku.

Apalah artinya kalimat-kalimat sayang, kalau akhirnya kau hilang. Pergi begitu saja, padahal aku lagi rindu-rindunya. 
Apalah artinya sehimpun janji, kalau tak ada yang bisa kau tepati. Kau melupakan ucapan-ucapanmu sendiri, seolah semua yang disampaikan tak pernah diseriusi.

Setiap kali kau bicara yang mengarah pada hal yang melemahkanku. Memandang di bawah impian dan hal-hal yang kukerjakan. Aku merasa kau sama saja dengan beberapa orang yang pernah kukenal.

Aku tidak butuh kau sanjung. Tapi setidaknya, tidak perlu ikut meremehkan usahaku. Sebab, apalah artinya kau kuanggap penting jika saja diriku dan impianku tak penting bagimu.

Menjadi kamu mungkin menyenangkan, setelah dicintai bisa semudahnya membuang. Setelah disayangi lantas kau merasa berhak menyakiti. Sementara aku tertatih untuk berdiri kembali. Andai mudah membencimu, aku sudah melakukannya semenjak kamu memilih berlalu. Namun perasaan tak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan. Aku masih mencarimu dalam doa-doa, meski tidak sesering dulu sewaktu awal aku terluka. Lelah rasanya begini, mengharapkanmu yang tak pernah peduli. Mengggenggam hati seseorang yang tak lagi bersedia dimiliki.
–BOYCANDRA, dalam buku “Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.”

Setiap kali bertemu kamu lagi aku selalu memperbaiki raut wajah berkali-kali. Memasang mimik muka yang pas sebagai orang asing. Mencari nada suara yang pas sebagai orang lain. Itulah alasan mengapa setiap kali bertemu kamu aku lebih banyak memalingkan muka. Aku lebih banyak diam daripada bicara. Karena setiap kali kamu menatapku. Setiap kali kamu membalas ucapanku. Aku harus berkali-kali menekankan kepada hatiku. Aku tidak akan mengulangi jatuh cinta lagi kepadamu. Semuanya sudah berakhir dan tidak akan pernah aku mulai lagi.

–BOYCANDRA, dalam buku “Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.”
"Kadang, kita memang harus melupakan. Bukan karena kita nggak cinta, melainkan karena kita tahu cinta kita nggak pernah bisa tumbuh di hatinya." 
--boycandra, dalam Novel "Pada Senja yang Membawamu Pergi."
kata kata bijak boy candra tentang cinta, kata kata boy candra tentang sahabat, kata kata boy candra sebuah usaha melupakan, caption boy candra, bong chandra quotes, boy candra catatan pendek untuk cinta yang panjang, boy candra instagram, boy candra setelah hujan reda, quote boy chandra, dp bbm boy chandra, kata mutiara boy chandra, kata bijak boy chandra
Kata Kata Boy Chandra

Pengen pulsa gratis? Silahkan download aplikasi penghasil pulsa tanpa batas Disini Kata Bijak
Back To Top